Kamis, 06 Januari 2022

SEMUANYA MILIK TUHAN

 

Firman Tuhan hari ini:

1 Tawarikh 29:11

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala  

(Ai gok di Ho do, ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on! Gok di Ho do, ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho dirim di atas ni saluhut na marjujungan.)


     Setengah jam sebelum masuk ibadah minggu, beliau telah duduk di bangku gereja, barisan ketiga dari belakang, yang didepannya agak longgar (luas yang kosong). Kebetulan saya melihat altar dalam gedung gereja, yang sebelumnya telah dirapikan pagi-pagi tadi oleh isteri saya. Aku melihat ada duduk sendirian di barisan belakang dalam gedung besar yang kosong itu.

     Setelah kuamati rupanya beliau adalah Bapak Tarnama Sinambela, jemaat gereja yang saya layani. Beliau telah memberi kebutuhan keluarga kami, saat kami baru melayani, sehingga layak seperti orang yang tinggal di ibukota. Karena beliau juga memandang ke arahku, maka saya pun memberanikan diri mendekati beliau, duduk disamping beliau. Setelah kusalami dan hanya sebentar kami berdua berbincang-bincang, saya merasa diberi bahan khotbah yang amat penting. Beliau menjawab saya: "Ndang adong artahu amang pandita, sude na nidokmuna i na di palumehon Debata do i". (artinya: Aku tidak punya harta pak pendeta, semuanya yang kamu ketahui itu adalam titipan Tuhan). Setelah kuamati minggu-minggu berikutnya, setiap ibadah minggu di gereja pelayanan saya dulu, selalu hadir lebih awal dan berdoa sendirian. Rupanya di semua kantor kerjanya pun demikian, informasi saya peroleh dari para stafnya.

     Beberapa hari yang lalu ada kalender dinding diberikan kepada keluarga kami, pada setiap lembarannya dipampangkan foto-foto perusahaan, yang sepengetahuan saya dimiliki Bapak Tarnama Sinambela. Hal itu benar. Tapi semuanya itu "adalah yang dititipkan Tuhan untuk dikelola beliau dan menjadi berkat kepada ribuan orang, bahkan berjuta-juta orang menikmatinya sebagai berkat Tuhan." Itulah yang saya pahami dari pengakuan Bapak Tarnama Sinambela, 21 tahun yang lalu pada percakapan singkat kami.

     Doa ucapan syukur Daud yang paling indah pada firman Tuhan hari ini, dinyatakan juga kepada Tuhan "punya-Mulah", "gok di Ho do", "your is ..., O LORD".  Bahwa "kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan" (hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian;) adalah milik Tuhan, demikian juga "kerajaan dan kepala yang tertinggi adalah Tuhan (*harajaon, jala hatimbulon  Ho dirim di atas ni saluhut na marjujungan ima Tuhan)

      Firman Tuhan ini menjadi renungan yang penting bagi kita hari ini. Apakah Anda percaya dan mengakui dalam doa kepada Tuhan, bila Anda sekarang ini orang besar (natimbul) dan sedang jaya (marhagogoon) itu adalah milik Tuhan yang diberikan kepada Anda. Allah adalah yang Mahakuasa (Pargogo na so hatudosan). Demikian seterusnya seperti dinyatakan dalam firman hari ini. Siapa pun Anda dan aku, semua kita dengan keadaan kita, apa pun yang kita katakan milik kita, ada sertifikat atau bukti hak milik, bagaimana pun kini status sosial kita, semuanya itu *sebenarnya milik Allah sebagai ciptaanNya sendiri (sebagian diolah manusia sedemikian rupa) yang ditipkan (dipalumehon) kepada kita, yang kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Atau kita pergunakan sesuai kehendak Tuhan Allah, bukan kehendak kita sendiri.

     Kepercayaan dan pengakuan, tentang hal-hal seperti di atas, dalam doa-doa kita kepada Tuhan, itulah pelajaran kita dari firman Tuhan hari ini. TUHAN senantiasa menyertai, melindungi, menguatkan dan memberkati kita hari ini, besok, sampai selama-lamanya. Amin. (Pdt. Rachman Tua Munthe).

Kamis, 6 Januari 2022.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tarombo Ompu Manaretua

    Ompu Manaretua adalah generasi ke-10 Lumban Gaol, nama gelar dari nenek moyang kami. Manaretua sendiri cicit dari Paranjak Ulubalang...